Tiap tahun pada malam 17 Agustus, aku baca cerita fiksi ini. karena malam itu membuat aku seolah-olah akan lahir kembali dikeesokan harinya dengan semangat baru, dan yang lebih penting lagi untuk mengingat betapa pentingnya arti kehadiran ibu di dalam hidup kita.
Alkisah. Ada sebuah cerita fiksi, tentang seorang bayi yang hendak dilahirkan ke dunia. Maka ia bertanya kepada Allah: “ya Tuhanku, Engkau akan mengirimku ke dunia, tapi aku takut, aku masih terlalu kecil dan tidak berdaya. Siapakah nanti yang akan melindungi aku disana? Tuhanpun menjawab: “Diantara malaikat-Ku, Aku akan mengutus satu malaikat khusus untukmu. Dia akan merawatmu danmengasihimu.”
Si kecil bertanya lagi: ”Tapi disini, di alam yang aku tempati ini, aku tidak berbuat apa-apa kecuali tersenyum dan berbahagia.” Tuhan menjawab: ”Tak apa, malaikat itu akan selalu membuatmu tersenyum dan menghiburmu setiap hari, kamu akan merasakan cinta dan kasih sayangnya, dan itu semua pasti akan membuatmu bahagia.” Namun si kecil bertanya lagi: ”Bagaimana aku akan mengerti ucapan mereka jika aku tidak tahu bahasa yang mereka pakai?” Tuhan menjawab: ”Malaikat itu akan membisikkan kata-kata yang paling indah, dia akan selalu sabar ada disampingmu, dengan kisahnya ia akan mengajarkanmu bahasa manusia.”
Si kecil bertanya lagi: ”lalu bagaimana jika aku ingin bicara kepadamu ya Tuhanku?” Tuhan kembali menjelaskan: ”Malaikat itu akan membimbingmu, dia akan menengadahkan tangannya bersamamu, dan mengajarkanmu untuk berdo’a.” Namun lagi-lagi si kecil menyelidik: ”Namun aku dengar disana banyak sekali orang jahat, siapa yang akan melindungi aku?” Tuhanpun menjawab: ”Tenanglah malaikatmu akan terus melindungimu, walaupun kadang nyawa yang menjadi taruhannya. Dia sering akan melupakan kepentingannya sendiri untuk keselamatanmu.”
Namun kini si kecil justru bersedih dan berkata: ”ya Tuhan, tentu aku akan sedih jika tidak bisa melihat-Mu lagi?” Tuhan menjawab lagi: ”Malaikatmu akan mengajarkanmu tentang keagungan-Ku, dan dia akan mendidikmu, bagaimana agar selalu patuh dan taat kepada-Ku. Dia juga akan selalu membimbingmu untuk selalu mengingat-Ku. Dan Akupun akan selalu sangat dekat denganmu.”
Hening. Kedamaianpun tetap menerpa alam itu. Namun suara-suara panggilan dari alam dunia terdengar sayup-sayup. ”ya Tuhan aku harus pergi sekarang, tolong, sebutkan nama maliakat yang akan melindungiku…” Tuhan kembali menjawab: ”nama malaikat tidak terlalu penting, kamu akan memanggilnya dengan sebutan: Ibu..”
mudah-mudahan cerita ini juga berarti bagi semua.

ehmm….
waduh, dewi berarti juga malaikat ya..
wanna be ;-)